Ketika berada di kampus aku
bertemu dengan rokok. Ketika berada di alun-alun aku bertemu dengan rokok. Saat
aku berada di jalan raya aku bertemu dengan rokok. Bahkan ketika aku berada di
masjid, aku bertemu dengan rokok. Ya, itulah sebuah realita yang kita temui
sehari-hari, bagaimana di negeri ini sangat mudah menemukan dan mendapatkan
lintingan tembakau berbalutkan kertas yang diberi nama rokok itu.
Kita semua tahu bahwa rokok
mengandung banyak zat berbahaya, bahkan produsen rokok pun menyadari dan mengetahui
hal tersebut. Penelitian menyebutkan bahwa pada rokok terkandung 4000 zat kimia
yang berbahaya, dimana 69 diantaranya bersifat karsinogenik alias dapat menimbulkan kanker. Diantara
69 zat berbahaya tersebut, tercatat nama-nama seperti tar, sianida, arsen, formalin, karbon monoksida, dan nitrosamin sebagai penghuninya.
Bahkan WHO menyatakan bahwa rokok adalah penyebab kematian terbesar yang dapat
dicegah. Pada tahun 2004 tercatat bahwa 1 dari 10 orang dewasa meninggal karena
rokok, dan Tiap tahun rokok menyebabkan kematian 5,4 juta orang atau rata-rata
kematian setiap 5,8 detik.
Dari
220 juta jiwa penduduk Indonesia, ada kurang lebih 60 juta penduduk Indonesia
adalah ahli hisap. Ini berarti bahwa lebih dari seperempat penduduk Indonesia menggandrungi
rokok. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai negeri dengan jumlah perokok
terbanyak ketiga di dunia. Maka tak salah bila dikatakan bahwa negeri ini
adalah “Surganya Ahli Hisap”. Bahkan ada sebuah lelucon yang mengatakan bahwa
“Seharusnya penentuan jatuhnya hari raya
maupun awal bulan puasa ditentukan oleh orang Indonesia, karena di Indonesia
banyak Ahli Hisap (bukan Hisab).”
Tapi
bukan berarti rokok itu hanya berisi hal negatif melulu. Konon katanya, rokok
mampu memberikan efek rileks pada si pengguna. Selain itu, kita juga tahu bahwa
rokok telah membantu majunya kehidupan di Indonesia. Mulai dari bidang olahraga
seperti sepakbola, voli, badminton yang kompetisinya disponsori oleh rokok.
Rokok juga membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang di Indonesia.
Apakah
anda termasuk orang yang pro dengan
rokok, ataupun kontra terhadapnya.
Tapi yang jelas, Allah itu tidak menyukai hal yang sia-sia, dan tentunya kita
semua tahu itu. Wallahu A’lam.







0 komentar:
Posting Komentar