..................................................................................

Jumat, 03 Agustus 2012

Negeriku Surganya Ahli Hisap



 

Ketika berada di kampus aku bertemu dengan rokok. Ketika berada di alun-alun aku bertemu dengan rokok. Saat aku berada di jalan raya aku bertemu dengan rokok. Bahkan ketika aku berada di masjid, aku bertemu dengan rokok. Ya, itulah sebuah realita yang kita temui sehari-hari, bagaimana di negeri ini sangat mudah menemukan dan mendapatkan lintingan tembakau berbalutkan kertas yang diberi nama rokok itu.
Kita semua tahu bahwa rokok mengandung banyak zat berbahaya, bahkan produsen rokok pun menyadari dan mengetahui hal tersebut. Penelitian menyebutkan bahwa pada rokok terkandung 4000 zat kimia yang berbahaya, dimana 69 diantaranya bersifat karsinogenik alias dapat menimbulkan kanker.   Diantara 69 zat berbahaya tersebut, tercatat nama-nama seperti tar, sianida, arsen, formalin, karbon monoksida, dan nitrosamin sebagai penghuninya.  Bahkan WHO menyatakan bahwa rokok adalah penyebab kematian terbesar yang dapat dicegah. Pada tahun 2004 tercatat bahwa 1 dari 10 orang dewasa meninggal karena rokok, dan Tiap tahun rokok menyebabkan kematian 5,4 juta orang atau rata-rata kematian setiap 5,8 detik.
Dari 220 juta jiwa penduduk Indonesia, ada kurang lebih 60 juta penduduk Indonesia adalah ahli hisap. Ini berarti bahwa lebih dari seperempat penduduk Indonesia menggandrungi rokok. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai negeri dengan jumlah perokok terbanyak ketiga di dunia. Maka tak salah bila dikatakan bahwa negeri ini adalah “Surganya Ahli Hisap”. Bahkan ada sebuah lelucon yang mengatakan bahwa “Seharusnya  penentuan jatuhnya hari raya maupun awal bulan puasa ditentukan oleh orang Indonesia, karena di Indonesia banyak Ahli Hisap (bukan Hisab).”
Tapi bukan berarti rokok itu hanya berisi hal negatif melulu. Konon katanya, rokok mampu memberikan efek rileks pada si pengguna. Selain itu, kita juga tahu bahwa rokok telah membantu majunya kehidupan di Indonesia. Mulai dari bidang olahraga seperti sepakbola, voli, badminton yang kompetisinya disponsori oleh rokok. Rokok juga membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang di Indonesia.
Apakah anda termasuk orang yang pro dengan rokok, ataupun kontra terhadapnya. Tapi yang jelas, Allah itu tidak menyukai hal yang sia-sia, dan tentunya kita semua tahu itu. Wallahu A’lam.

0 komentar: