Terkadang hidup itu terasa indah, seindah cahaya sang mentari dikala ia terbit diufuk timur. Namun, terkadang hidup itu menjadi pahit, sepahit ketika kita menelan sebuah pare mentah-mentah. Hidup itu manis, semanis gula yang dikerubuti oleh semu-semut kecil yang berlarian. Terkadang hidup ini bencana, lebih berbahaya dari tsunami, lebih berbahaya dari tanah longsor, maupun banjir. Pernahkah kita berpikir bahwa kita hidup bukanlah untuk selamanya? Terkadang hal tersebut kita lupakan. Kehadiran Al-Khalik yang selalu mengawasi bahkan kita acuhkan. Semua itu kita lakukan hanya untuk memperoleh kesenangan duniawi yang hanya bersifat sementara. Tidakkah kita berpikir bahwa segala yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan di akhirat? Sadarlah! Betapa banyak dosa yang kita perbuat, dan mungkin tidak sebanding dengan amal yang kita kerjakan. Marilah kita kembali merenungkan, hakikat kehidupan manusia yang tercipta untuk menyembah-Nya. Itulah kebahagiaan yang sebenarnya. Kadang terasa pahit, namun sesuatu yang pahit itu akan membawa kita pada sebuah rasa manis yang abadi nan kekal.
Senin, 06 Agustus 2012
Muhasabah
Terkadang hidup itu terasa indah, seindah cahaya sang mentari dikala ia terbit diufuk timur. Namun, terkadang hidup itu menjadi pahit, sepahit ketika kita menelan sebuah pare mentah-mentah. Hidup itu manis, semanis gula yang dikerubuti oleh semu-semut kecil yang berlarian. Terkadang hidup ini bencana, lebih berbahaya dari tsunami, lebih berbahaya dari tanah longsor, maupun banjir. Pernahkah kita berpikir bahwa kita hidup bukanlah untuk selamanya? Terkadang hal tersebut kita lupakan. Kehadiran Al-Khalik yang selalu mengawasi bahkan kita acuhkan. Semua itu kita lakukan hanya untuk memperoleh kesenangan duniawi yang hanya bersifat sementara. Tidakkah kita berpikir bahwa segala yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan di akhirat? Sadarlah! Betapa banyak dosa yang kita perbuat, dan mungkin tidak sebanding dengan amal yang kita kerjakan. Marilah kita kembali merenungkan, hakikat kehidupan manusia yang tercipta untuk menyembah-Nya. Itulah kebahagiaan yang sebenarnya. Kadang terasa pahit, namun sesuatu yang pahit itu akan membawa kita pada sebuah rasa manis yang abadi nan kekal.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar